Rabu, 20 Juli 2016

FORPIS GELAR SAFARI RAMADHAN DAN BERBAGI

FORPIS GELAR SAFARI RAMADHAN SEKALIGUS BERBAGI

Forum Remaja Palang Merah Indonesia Unit Markas Cabang PMI Banjarnegara menggelar Safari ramadhan dan berbagi dalam wadah bhakti sosial kemanusiaan dengan mengunjungi panti asuhan dan berbagi dengan kaum duafa. Kegiatan yang dilaksanakan bertepatan dengan bulan puasa tersebut merupakan bentuk solidaritas serta momen untuk membentuk pribadi yang peduli dengan sesame terutama mereka yang kurang beruntung. Ketua Forpis Banjarnegara Agustianingsih mengatakan, kegiatan yang baru pertama kali digelar tersebut merupakan sarana edukasi dan empati untuk para anggota agar nantinya mampu terus ada dan berbagi untuk sesama. “ ini merupakan paket rangkaian kegiatan, dimana sebelumnya kami melakukan terobosan baru dengan menjajakan tajil peduli kemanusiaan selama beberapa hari dan terkumpul dana 2 jt lebih “ ujarnya.
Lebih jauh dia menjelaskan, uang yang terkumpul tersebut selanjutnya disumbangkan untuk panti asuhan FAKISTIM (fakir Miskin dan Yatim Piatu) didesa winong kecamatan Bawang yang dikemas dalam 35 paket amplop untuk anak yatim piatu. Dalam kegiatan safari ramadhan tersebut, anggota forpis juga menyediakan menu berbuka puasa, tajil dan nasi box untuk seluruh penghuni panti asuhan serta penduduk sekitar panti.
Diapresiasi
Sementara itu pimpinan panti asuhan Fakistim Ahmad Fatoni mengatakan, ungkapan terima kasih serta apresiasi positif disampaikan untuk forpis PMI, meski masih relative muda namun solidaritas kemanusiaan sudah melekat dan tertanam dengan baik. Pihaknya juga menyambut positif karena dengan kegiatan tersebut anak anak penghuni panti asuhan dapat termotifasi dan semangat untuk dapat meniru langkah mereka kelak dikemudian hari. “ semoga apa yang telah deberikan dapat bermanfaat untuk kemaslahatan bersama terlebih masih dalam suasana ramadhan yang penuh berkah “ terangnya.
Dalam kesempatan tersebut Ketua PMI Banjarnegara Setiawan melalui Pengurus Bidang Diseminasi dan hubungan masyarakat Masduki Rahmat mengatakan, peran pemuda sebagai agen perubahan dan penerus roda kemanusiaan harus terus digaungkan, karena dengan cara tersebut sikap saling menghargai, mencintai dan berbagi untuk sesame akan selalu tertanam sedini mungkin. “ tentunya dengan langkah dan strategi baru sesuai dengan jaman anak muda saat ini, sehingga aktifitas atau kegiatan yang dilakukan tidak terkesan monoton ditengah masyarakat “ paparnya. (ALwan_humas)

12 Cara Membuat Siswa di Kelas Menjadi Siswa yang Kreatif


12 Cara Membuat Siswa di Kelas Menjadi Siswa yang Kreatif


Setiap tahunnya sebagai guru kita menimbang-nimbang siapa yang menjadi murid kita tahun ajaran ini. Menimbang-nimbang yang saya maksud adalah menimbang perilaku, kemampuan akademis serta yang terpenting kemampuan sosialisasi murid kita di kelas. Berbekal informasi dari guru lainnya guru bisa memaknainya sebagai informasi awal dalam upaya untuk melejitkan potensi siswa di kelas. Salah satu cara membuat siswa mengenali sendiri potensi dan kemampuannya adalah dengan membuat mereka menjadi siswa yang kreatif. Mari terlebih dahulu merubah pandangan bahwa kreativitas hanya ada di dunia seni. Kreativitas bisa dilakukan dimana saja dan oleh siapa saja. Dengan kreativitas semua bidang kehidupan akan semakin maju karena inovasi yang lahir dari kreativitas.
Sama seperti guru yang kreatif, siswa yang kreatif akan membuat dunia pendidikan Indonesia maju. Di masa depan siswa yang kreatif juga akan mewarnai Indonesia dengan kiprahnya dan sumbangsihnya. Untuk itu tugas guru untuk jadikan siswa nya kreatif. Berikut adalah cara membuat siswa di kelas menjadi kreatif;
1. Minta siswa mengajarkan siswa lainnya sebagai bagian dari strategi belajar
2. Latih siswa untuk berpendapat dengan jelas dan lancar, sebagai cara membuat siswa percaya diri di depan teman
3. Biasakan siswa untuk bisa berpartisipasi dalam kelompok
4. Buat kegiatan di kelas agar siswa bisa berpikir mandiri sekaligus menjadi pemecah masalah
5. Siapkan penugasan bagi siswa yang di ujung penugasannya siswa diminta mengekspresikan diri secara kreatif bisa dengan drama, komik atau hal lain yang menuntut siswa kreatif
6. Sering-seringlah meminta siswa bekerja sama dalam kelompok agar mereka terbiasa bekerja sama dengan orang lain
7. Sering-sering memberi penugasan yang kreatif misalnya daripada sekedar meminta siswa merangkum isi buku, lebih baik meminta siswa mendisain ulang covernya
8. Mengikut sertakan ‘suara’ siswa dalam perencanaan pengajaran. Dengan demikian siswa biasa mengungkapkan pikiran dan berani mengungkapkan pendapat.
9. Saat membahas sesuatu di kelas, sering2 lah bertanya, “apa yang terlintas dipikiranmu ketika mendengar kata……”
10. Berikan pekerjaan rumah yang berkualitas pada siswa, bukan yang sekedar membuat siswa pusing. Misalnya daripada meminta siswa mengerjakan soal pilihan ganda, lebih baik meminta siswa melakukan wawancara, memotret gambar lewat hp kemudian memberikan komentar dan banyak kegiatan lainnya yang membuat siswa tertantang.
11. Memperbanyak diskusi dan interaksi antar siswa di kelas, mengurangi ceramah dan komunikasi satu arah di kelas, hanya dari guru pada siswa.
12. Menciptakan budaya menjelaskan di kelas, bukan sekedar menjawab yang betul. Artinya jika ada siswa yang menjawab betul minta ia menjelaskan alasannya dengan demikian siswa yang lain bisa terbantu dalam berusaha untuk mengerti.

Minggu, 03 Juli 2016

Tentang


FORPIS
FORUM REMAJA PALANG MERAH INDONESIA
 Pendahuluan
Kebijakan Federasi tentang remaja di adopsi oleh General Assembly tahun 1991 yang kemudian disepakati pada General Assembly Tahun 1999, menyatakan bahwa perlunya melibatkan remaja dalam proses pengambilan keputusan mulai dari hal-hal yang terkait dengan kebijakan, program, maupun kegiatan.
Beberapa Perhimpunan Nasional telah menindaklanjuti dengan mengadakan Youth Forum yang memilih Youth Leader atau Youth President mulai dari tingkat nasional, daerah, dan cabang.
Selama Jumbara Nasional VI tahun 2006, Palang Merah Indonesia (PMI) telah menginisiasi proses ini dalam kegiatan ”ngobrol bareng Palang Merah Remaja (PMR)” yang hasilnya menjadi program kerja bidang PMR.
Tahun 2007 Forum Remaja Palang Merah Indonesia Nasional I dilaksanakan pada bulan Agustus sekaligus memperingati Hari Remaja Internasional. Tidak ketinggalan PMR Aceh pun turut berpartisipasi dengan mengirimkan utusannya. Forum ini merancang program kerja Pembinaan PMR tahun 2008, sekaligus mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman. Dalam forum ini juga memilih Presiden Remaja (Presja) I yaitu Dorkas, perwakilan PMI Daerah Sulawesi Barat.
Strategi jangka panjang, forum ini juga akan terlibat aktif dalam pembahasan topik-topik ditingkat Internasional.
Pengertian : Forpis merupakan kumpulan perwakilan PMR untuk menyalurkan dan mengkoordinir aspirasi PMR Mula, Madya, dan Wira.
Tujuan : Meningkatkan peran aktif PMR dalam proses pengambilan keputusan dan kepemimpinan PMI. 
Kedudukan
1. Forpis berada ditingkat Pusat, Daerah, dan Cabang
2. Forpis tidak mempunyai kepengurusan sehingga dalam melaksanakan fungsinya dikoordinir oleh Presja atau Presiden Remaja (Forpis Nasional), Koordinator Daerah atau Korda (Forpis Daerah), dan Koordinator Cabang atau Korcab (Forpis Cabang), dan dibantu oleh tim sekretariat yaitu Divisi/Bidang/Unit PMR dan Relawan ditingkat PMI Pusat, Daerah, dan Cabang
3. Forpis berasal dari unsur PMR Wira, karena ditinjau dari segi usia dan kapasitas telah mampu menyalurkan dan mengkoordinir aspirasi PMR Mula, Madya, Wira
4. Peserta Forpis adalah para ketua PMR Wira, atau perwakilan unit PMR yang mempunyai karakter kepemimpinan
Mekanisme
1. Forpis mengadakan pertemuan minimal setahun sekali ditingkat Pusat, 6 bulan sekali ditingkat PMI Daerah, dan 3 bulan sekali ditingkat Cabang
2. Pembahasan Forpis adalah topik-topik strategis pengembangan PMR Mula, Madya, dan Wira yang kemudian dilaksanakan oleh seluruh anggota PMR dengan pendekatan Youth Centre
Alur koordinasi :
Dimana…
• Forpis Cabang berkedudukan di PMI Cabang
• Forpis Daerah berkedudukan di PMI Daerah
• Forpis Nasional berkedudukan di PMI Pusat
Kapan mengadakan pertemuan…
• Forpis Cabang : minimal 3 bulan sekali
• Forpis Daerah : minimal 6 bulan sekali
• Fopsis Nasional : minimal 1 tahun sekali
 

FORPIS CABANG
Peran & tanggung jawab
• Nama jabatan: Koordinator Cabang (Korcab)
• Fungsi utama:
Sebagai pemimpin Forpis Cabang
• Tanggung jawab umum:
Mengkoordinir Ketua Unit PMR
• Tanggung jawab teknis:
Menyalurkan aspirasi PMR ke PMI Cabang
Menyalurkan informasi dan keputusan dari PMI Cabang ke Ketua unit PMR, melalui tim sekretariat
Mengontrol jalannya program kerja Forpis Cabang
Memberikan laporan kepada PMI Cabang
Sebagai delegasi PMR di tingkat daerah
• Hubungan internal:
Korda, Ketua PMR, PMI Cabang (Bidang PMR dan Relawan), Forum Relawan Cabang
• Hubungan eksternal:
Korcab, departemen/dinas/instansi terkait tingkat kota/kabupaten
Sumber daya (SDM, material, dana)
• PMI
• Donatur
• Unit Usaha (kas, penggalangan dana PMR, dll)
Hasil yang diharapkan

1. Adanya rencana kerja pembinaan dan pengembangan PMR untuk pusat, daerah, dan cabang sesuai prioritas kebutuhan dan kapasitas, yang proses penyusunannya melibatkan unsur pengurus, staf, relawan, dan anggota PMR.
2. Adanya akses bagi anggota PMR dan kesadaran untuk terlibat aktif dalam proses pengambilan keputusan dan kepemimpinan PMR
3. Peningkatan kapasitas PMI Pusat, Daerah, dan Cabang dalam pembinaan dan pengembangan PMR

TUTORIAL PEMBUATAN BANNER

https://www.youtube.com/watch?v=eTrC3iTmQws&lc=z23lg5a4koz4zrgkiacdp4312ah2oysewwjwxuod3atw03c010c